Jumat, 16 November 2012

Merawat Telinga

Telinga adalah organ yang kompleks. Telinga terdiri dari tiga wilayah utama. Pertama, telinga luar untuk melindungi gendang telinga dari kerusakan langsung. Telinga tengah adalah rongga berisi udara yang menghubungkan ke bagian belakang hidung melalui tabung Eustachio, yang akan terbuka bila Anda menelan atau menguap. Yang terakhir adalah tulang kecil yang mengirimkan getaran dari gendang telinga ke telinga bagian dalam atau koklea.

Kesehatan telinga penting untuk kita jaga. Selain membebaskan kita dari rasa sakit dan infeksi, juga menyelamatkan pendengaran dari kerusakan.

Sayang, tidak banyak orang yang tahu bagaimana cara merawat telinga dengan baik. Sebagai contoh, berharap memiliki telinga yang bersih, seseorang dengan frekuensi sering menggunakan cotton bud untuk membersihkannya. Padahal, terlalu sering membersihkan telinga dapat menyebabkan infeksi dan kerusakan telinga hingga permanen.

Dilanisir dari laman Daily Mail, Sabtu, 25 Juni 2011, berikut ini beberapa saran yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan telinga yang sehat.

1. Telinga bagian luar dirancang sebagai tempat yang mudah untuk dibersihkan. Cotton bud yang biasa Anda gunakan bukan berfungsi membersihkan, melainkan malah mendorong kotoran telinga semakin dalam. Cara yang paling baik adalah dengan menggunakan air dan sabun. Sebab, telinga dengan sendirinya akan mendorong kotoran keluar. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan minyak zaitun untuk melunakkan kotoran telinga.

2. Jangan khawatir dengan perubahan warna kotoran telinga Anda. Tekstur dan warna dapat berbeda pada setiap orang. Bisa lembut atau keras, bisa berwarna oranye atau kecokelatan. Namun, jika sudah berwarna hijau dan kental, tandanya telinga Anda mengalami infeksi. Dan itu harus segera diobati.

3. Jangan pernah menggaruk telinga ketika terasa gatal. Rasa gatal bisa diakibatkan oleh eksim atau psoriasis. Segera ke dokter untuk mendapatkan pengobatan.

4. Tiap jenis infeksi pada telinga membutuhkan penanganan dari dokter ahli. Ada 2 jenis infeksi, yakni pada telinga luar dan telinga tengah. Untuk bagian luar umumnya terjadi karena terkena air kotor. Telinga menjadi sakit, bengkak, atau bahkan bernanah. Biasanya, diobati dengan tetesan antibiotik. Sementara itu, untuk bagian tengah, terkadang bisa berdampak buruk pada gendang telinga. Gendang telinga bisa pecah. Biasanya, penderita diberi resep tablet antibiotik selain menggunakan resep obat tetes.

5. Rasa nyeri yang muncul bukan semata-mata karena telinga Anda bermasalah, tetapi bisa karena Anda menderita radang tenggorokan atau nyeri sendi leher. Tapi, saat Anda merasa nyeri di telinga, ada baiknya Anda konsultasikan pada dokter.

6. Pendengaran Anda bisa berkurang karena faktor usia. Namun, jika usia bukan penyebabnya, segera konsultasikan kepada dokter. Pendengaran berkurang secara mendadak bisa karena kerusakan sel-sel rambut.

7. Mendengarkan musik dengan keras dan dalam waktu yang lama dapat merusak sel-sel rambut. Akibatnya, pendengaran Anda pun lama-kelamaan berkurang.

8. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan pendengaran Anda berkurang. Pertama, tamparan di telinga yang menyebabkan gendang telinga berlubang. Biasanya, membran akan sembuh dengan sendirinya dalam 6 minggu. Tapi, telinga harus tetap kering agar infeksi tidak semakin parah. Selain itu,  dipukul di bagian telinga saat sedang berenang juga berakibat pada berkurangnya pendengaran. Sebab, air dipaksa masuk ke dalam telinga. Trauma dan patah tulang tengkorak sering kali merusak telinga bagian dalam. Akibatnya, dapat mengurangi pendengaran seseorang.

9. Saat melakukan perjalanan dengan pesawat pun telinga terkadang terasa sakit. Untuk mengurangi rasa sakit itu, Anda bisa menutup hidung dan meniup telinga dengan lembut. Atau menguap pun terkadang menjadi solusi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar